Terkini.id, Bandarlampung - Rapat pleno KPUD di kabupaten Lampung Timur ricuh, hingga sampai terjadi pelemparan kursi.
Situasi tersebut, diduga adanya perbedaan hasil suara (penggelembungan suara) dari caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Lampung Timur.
Sejumlah pendukung salah satu calon anggota DPRD Provinsi Lampung diduga tidak puas dengan hasil isi berita acara panitia pilihan suara (KPPS) atau rekaputulasi perolehan suara D1 hasil.
Berita soal kericuhan di kantor KPUD yang terjadi pada hari Kamis (29/2) tersebut, nyaris tidak terpublikasi. Pihak KPUD, semua tidak bisa dikonfirmasi wartawan. Mereka sepertinya tertutup.
Namun, ditengah keributan yang tidak terkonfirmasi itu, beredar sebuah video durasi 30 detik -- yang menggambarkana adanya keributan saat pleno.
Dalam video tersebut, terlihat beberapa warga hendak masuk ruang rapat namun dihalangi dan coba ditenangkan oleh aparat kepolisian.
Namun warga, tetap memaksa, hingga akhirnya sempat saling dorong dan ada sedikit aksi tenang pintu oleh warga.
"Buka Pak, pintunya di buka pak," ujarnya warga dalam video tersebut.
Klarifikasi Bawaslu
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Timur angkat bicara usai kisruh rapat pleno rekapitulasi suara pada Jumat(1/3/2024) hari ini.










