Terkini.id, Bandar Lampung - Penyebaran virus Covid 19 tak mengenal pangkat. Rektor Unila Prof. DR. Kharomani salah satunya, pejabat di Lampung yang terkonfirmasi posistif Covid 19, setelah menjadi pembicara di gedung MPR RI, Jakarta.
Juru bicara Unila, DR. Nanang Trenggono menyatakan kondisi Kharomani kini mulai membaik. Yang bersangkutan di rawat disebuah rumah sakit pemerintah di kota Bandar Lampung, sejak hari Sabtu pekan lalu.
Pihak Rektorat belum mengetahui dimana Rektor Unila itu mulai terjangkit Covid 19. Namun, sang rektor masih dalam kondisi stabil, bisa berkomunikasi dengan pihak kampus. Padahal, sejak tanggal 12 November 2020, Kharomani tidak banyak aktifitas dan melakukan kerja dari rumah (work from home: WFH).
Selama WFH, Rektor Unila itu sempat mengeluh tak enak badan. “Kita enggak tau (penyebabnya) tapi ada keluhan tidak enak badan, hingga akhirnya dilakukan tes swab itu,” kata Nanang, Selasa, 24 November 2020.
Beberapa dosen di sejumlah fakultas dan staf keuangan di kampus itu juga sudah ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Belum bisa dipastikannya asal virus yang menginfeksi rektornya itu.
Setelah Kharomani terkonfirmasi Covid-19, sterilisasi Gedung Rektorat Unila dengan menyemprotkan cairan disinfektan langsung dilakukan. Sterilisasi berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Lampung.
Sejumlah rektor lain juga pernah dilaporkan positif Covid-19. Mereka di antaranya adalah rektor di Universitas Sumatera Utara, IPB University, dan IAIN Bengkulu.
Dosen Unila
Di Unila sendiri, setidak ada 2 staf pengajar yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Masing-masing, Ir. Yayuk Nurmiyati, seorang dosen benih agronomi dan holtikultura, fakultas Pertanian dan Kehutanan. Meninggal pada hari Senin, 23 November 2020.
Sedang, satu lagi dosen Fakultas Teknik bernama Muhammad Japri (55). Meninggal di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Minggu, 13 September 2020, pukul 23.00 WIB, dan pemakaman dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19. (*)










