Terungkap! Motif Kasus Pembunuhan Pengusaha di Lampung

Terkini.id, Bandar Lampung –  Kasus pembunuhan Tarmizi (57), pengusaha yang tinggal di Rajabasa, Bandar Lampung, terungkap. Bahkan, berasarkan penyelidikan polisi motif aksi kejahatan terencana itu adalah hubungan asmara.

Berdasarkan penjelasan Tim Gabungan Tekad 208, Polda Lampung, Selasa 28 Juni 2022  malam pukul 23.00 WIB — Korban Tarmizi  telah menjadi mayat, saat ditemukan di Bukit 73 Danau Bekri Kampung Sinar Banten, Bekri Lampung Tengah, pada hari Sabtu, 25 Juni 2022 sekitar pukul 15.00 WIB.

Para pelaku 4 orang pun masih menjalani pemeriksaan  di Polres Lampung Tengah.

Baca Juga: Nyanyi di Pesta, Wabup Lamteng Diadukan ke Polda

Tarmizi adalah warga di Jalan Pramuka Rajabasa Nunyai, Rajabasa Bandar Lampung.  Dia merupakan pengusaha sukses dan hobi burung kicau. Setiap pekan, ia sering mengikuti kejuaraan  burung kicau, hingga keluar daerah.

Namun sejak kepergiannya berkaitan dengan hobinya itu,  3 hari kemudian ditemukan tewas.

Baca Juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Ustad Kondang Sjekh Ali Jabir

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas dan Panit Tekab Polda Lampung Iptu Muchlisin para  pelaku, satu diantaranya wanita  dan 3 laki laki kakak adik  pelajar SMA dan  mahasiswa perguruan tinggi swasta  warga Kampung Goras Jaya, , Bekri, Lampung Tengah.

Bagas (22) adalah mahasiswa semester VI sebuah perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung. Sementara AT (17) adik kandung Bagas. Pelaku lain Adi Dwi Saputra Sutrisno (18), warga Kampung Tanjung Rejo, Natar, Lampung Selatan, dan Febi Kusuma (21) Als Ica Als Caca Als Celse, warga Jalan Imam Bonjol Kemiling Bandar Lampung.

Dari para pelaku diamankan barang bukti empat buah HP merek Iphone yang dibeli dari hasil kejahatan, satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna putih yang digunakan alat kejahatan, uang tunai Rp 4 juta rupiah, pakaian yang dibeli dari hasil uang kejahatan. Hasil olah Tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bukti atau petunjuk, yang mengarah pada pelaku pembunuhan.

Tekab 308 Polres Lamteng dipimpin Kasat Reskrim melakukan pengejaran ke arah Sumatera Selatan.  Pelaku dikabarkan kembali lagi ke Lampung dan sempat dihadang di pintu Gerbang Tol Kayu Agung dan wilayah Mesuji, namun lolos.

Tim Gabungan Polda Lampung dan Polres Lamteng berhasil mengamankan AT dikediamannya di Goras Jaya, Bekri, Lampung Tengah. Tim kemudian berhasil mengamankan Adi di kediamannya di Natar Lampung Selatan. Kedua pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polres Lampung Tengah.

Berdasarkan pengakuan AT tim gabungan mengejar Feby als Ica als Caca dan Bagas, yang diketahui kabur ke wilayah Kayu Agung Sungai Pinang Ogan Ilir. Selasa (28/6) team menangkap pelaku di Hotel 21 Sungai Pinang Ogan Komring Ilir.

Pengakuan  Febi dalang pembunuhan mengungkapkan  mendekati  korban. Febi lalu mengajak Bagas  merampok harta milik Tramizi, Febi dan Bagas mengajak adik dan temannya, untuk menghabisi korban, lalu  jasadnya di buang di Bukit Danau Bekri.

Sebelumnya, Selasa (21/6) malam, Febi menghubungi pacarnya Bagas, mahasiswa semester IV, yang indekos di Natar. Kepada Bagas Febi menceritakan niat jahatnya yang akan menghabisi Tarmizi pengusaha kayaraya yang telah dekat dengannya  selama 8 bulan. Tarmizi  menjanjikan akan membelikan Chelsea mobil dan rumah juga memberinya usaha.

Febi lalu menyusun rencana membuat janji bertemu dengan Tarmizi di sebuah penginapan di Rajabasa. Selanjutnya keduanya keluar menggunakan mobil Toyota Fortuner milik korban kearah Panjang menemui Bagas, Adi dan AT. Mereka kemudian menuju pantai Sebalang.

Saat diperjalanan salah seorang pelaku mencekik korban. Namun ternyata pengusaha tersebut hanya pingsan. Lalu kemudian, mereka membawa korban dan mobilnya kearah Bekri, dan diberhentikan di Bukit Danau Bekti. Tiba disana korban memukuli korban, dan satu diantaranya menghantamkan kepala korban dengan batu hingga tewas. Korban kemudian tutup daun pisang seadanya hingga akhirnya ditemukan warga. 

Para pelaku berkumpul di salah satu rumah Febi di Rajabasa, dan merencanakan untuk pergi ke Jakarta, dan menjual mobil korban, Kamis 23 Juni 2022. Saat geger jenazah korban ditemukan pencari kayu bakar di Gunung Daerah Danau Bekri, para pelaku panik, AT dan AD pulang kerumah sementara Caca dan Bagas kabur ke Palembang. “Benar sudah ditangkap. Untuk lebih rincinya kita akan  ekspose secepatnya,” ujar anggota Tekab yang melakukan penangkapan. (*)

Bagikan