50 Mahasiswa Diamankan dalam Aksi Unjukrasa Mahasiswa di DPRD Lampung

Terkini.id, Bandar Lampung – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil (ALM), melakukan aksi unjukrasa di kantor DPRD Lampung Rabu, 13 April 2022. 

Ribuan mahasiswa yang datang dari berbagai kampus di Lampung itu tiba di lokasi Gedung DPRD, sejak pukul 10.00 wib, dan melakukan orasi secara bergantian.

Aksi yang sempat bersitegang antara kordinator lembaga aksi dan pihak keamanan karena pintu masuk dan halaman gedung DPRD dipagar kawat berduri tiga lapis. Pihak mahasiswa meminta pagar kawat berduri selaku pembatas di gulung.

Baca Juga: Ali Imron Sebut Idealnya Bonus Atlit PON Papua Sudah Diberikan

Dalam aksi itu, 50 peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil diamankan oleh aparat ke Mapolda Lampung. 

“Mereka tak hanya mahasiswa, tapi juga ada yang pelajar,” ungkap perwakilan Koalisi Bantuan Hukum Rakyat (Koba) Prabowo Pamungkas dilokasi unjuk rasa.

Baca Juga: Warga Ngadukan Soal Bantuan Salah Sasaran kepada Anggota DPRD

 

Prabowo mengatakan, mereka diamankan karena tidak menggunakan jaket almamater saat mengikuti aksi di kantor gubernur Lampung.

“Ada juga mahasiswa dari Pringsewu. Sekarang masih di Polda, sudah ada tim advokasi di sana,” ujarnya. 

Baca Juga: Aburizal : Saya Masih Punya Pengaruh di Golkar

 

Sementara Ginda Ansori, pendamping mahasiswa dari kantor hukum Ginda Ansori Wayka menambahkan, yang diamankan memang sekitar 50 orang. Tetapi yang mahasiswa hanya sembilan, yakni dari UBL, Teknokra, dan STMIK Pringsewu. 

“Meraka diamankan berkelompok. Mahasiswa tidak pakai almamater dan pergerakannya mencurigakan. Tetapi sudah dicek, tidak membawa senjata,” ujarnya.

Sedangkan, pelajar yang ikut diamankan dari SMA, STM, dan SMP. Ada juga pedagang dua orang yang ditangkap karena dicurigai.

Ginda Ansori menjelaskan sembilan mahasiswa dan pelajar sudah dipulangkan setelah dijemput orang tuanya. 

“Sementara alasan pelajar diamankan karena aksi ini adalah demo mahasiswa,” pungkasnya.

Gubernur dan DPRD Temui Mahasiswa

Hasil negosiasi, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua DPRD Mingrum Gumay menandatangani nota kesepakatan dan menyetujui seluruh tuntutan massa aksi. 

Di mana, massa aksi menuntut menolak kenaikan harga BBM dan Indonesia krisis energi, menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok, mewujudkan reforma agraria sejati dan cabut UU Cipta Kerja. 

 Selanjutnya, mempermudah akses kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, mewujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis, hentikan kriminalisasi dan represifitas terhadap gerakan rakyat.

“Tapi soal UU Cipta Kerja sudah disahkan dan sudah ada putusan MK sesuai dengan pembahasan yang kita lakukan tadi,” kata Ketua DPRD Lampung.

Massa aksi cukup puas atas keputusan tersebut, namun, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan jika tuntutan ini tidak dijalankan. (*)

Bagikan