Warga Ngadukan Soal Bantuan Salah Sasaran kepada Anggota DPRD

Terkini.id, Lampung Timur – Beragam bantuan yang disalurkan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti bantuan untuk nelayan dan petani kecil. Namun, ternyata, tidak seluruhnya bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran. 

Akibatnya, dana bernilai puluhan juta rupiah sia-sia. Usaha meningkatkan kesejahteraan warga dari golongan miskin pun tak terwujud. Persoalan tersebut terungkap saat Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar Ali Imron melakukan kunjungan kerja menyerap aspirasi (reses) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur.

Hal itu terungkap dalam reses yang berlangsung di kediaman tokoh masyarakat setempat, Baharuhin, Ahad, 27 Februari 2022.

Baca Juga: 50 Mahasiswa Diamankan dalam Aksi Unjukrasa Mahasiswa di DPRD Lampung

Peserta petemuan, Agus, mengungkapkan tentang bantuan pemerintah yang diberikan kepada nelayan kecil di desanya. Bantuan berupa kapal nelayan berukuran besar akhirnya rusak. Belum pernah digunakan untuk menangkap ikan. 

Hal itu terjadi karena untuk mengoperasikan kapal tersebut membutuhkan modal besar yang jauh dari jangkauan nelayan kecil. Kapal bantuan pemerintah itu akhirnya rusak sebelum digunakan.
  
Menurut dia, sebelum memperoleh bantuan, para nelayan lebih dulu didata. Nelayan di Kuala Penet, Labuhanmaringgai itu meminta bantuan jaring dan mesin kapal tempel yang biasa digunakan nelayan kecil.

Baca Juga: Ali Imron Sosialisasi Perda No 03 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru...

“Kami dimintai tandatangan untuk menerima bantuan. Ternyata, bantuan yang diberikan berupa kapal besar,” katanya. 

Karena itu, warga meminta pemerintah dapat memberikan bantuan sesuai dengan kondisi dan kemampuan penerimanya. Sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami mengharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan mesin (kapal tempel) dan jaring,” katanya.

Baca Juga: Ali Imron Sebut Idealnya Bonus Atlit PON Papua Sudah Diberikan

Selain itu, menurut Bahrudin, para nelayan di desanya juga berharap pemeirntah dapat memberikan bantuan untuk usaha tambak ikan lele dengan sistem bioflok.

Menurut dia, ikan hasil nelayan dari laut, tidak seluruhnya bisa dijual dari dikonsumsi. Agar tidak terbuang sia-sia, ikan yang tidak laku dijual tersebut bisa dijadikan pakan lele di tambak. 
Beberapa nelayan berhasil membudidayakan ikan lele dengan sistem bioflok. Di antaranya, kolam berukuran dua kali delapan meter, ditanami 15 ribu bibit ikan lele.

 “Setiap bulan, kami bisa memperoleh penghasilan tambahan dari menjual ikan lele,” katanya.

Menganggapi aspirasi nelayan di atas, Imron mengatakan akan menyampaikan kepada dinas atau instansi terkait. 

“Soal bantuan, silakan diajukan. Tidak perlu bikin proposal. Cukup bikin surat permohonan yang diketahui kepala desa. Kami siap bantu menghubugan ke dinas atau instasi terkait,” kata politisi Partai Golkar asal Lampung Timur.

Turut hadir dalam petermuan itu, penyuluh pertanian swasta, Suprayitno dan beberapa desa sekitar: Diantaranya, Misbahul Huda dari Braja Kencana, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur. (*)

Bagikan