Rame-Rame Tokoh Lampung Pindah Partai

Terkini.id, Bandar Lampung — Beberapa mantan birokrat dan politisi pindah partai. Fenomena baru itu terjadi di Partai Demokrat dan Partai Nasdem seriring dengan pergantian pengurus barunya.

Partai Demokrat Lampung dalam sepekan ini rame menjadi berita, terkait terpilihnya nama Edi Irawan Arief — kakak kandung Andi Arief –sebagai ketua DPD Partai Demokrat (PD), menggusur Ridho Fichardo, rival poltiknya saat Musda pada bulan Oktober 2021 lalu.

Ridho Fichardo yang mantan Gubernur Lampung (2012-2017) kalah telak dalam seleksi akhir. Sementara Edi Irawan, yang berlatarberlakan akademisi dan mantan politisi Golkar itu,  kini melenggang duduk sebagai ketua PD Lampung setelah menunggu dua bulan lebih sejak Musyawarah Daerah 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Herman HN Bikin Sayembara Rp1 Miliar Jika Bisa Buktikan Walikota...

DPP Partai Demokrat mengumumkan Ketua Demokrat Lampung Terpilih, Senin malam (3/1).

Kemenangan Edi Irawan membawa konsekwensi baru. Diantaranya, bergabungnya sejumlah nama tokoh penting di Partai Demokrat. Diantaranya, ada Mantan Bupati Lampung Barat (Lambar) Kol. CZI. (purn) I Wayan Dirpha.

Baca Juga: Pengumuman Ketua Demokrat Lampung Bisa Jadi Ditunda

Wayan Dirpha hari ini, Senin 17 Januari 2022 resmi menyatakan diri bergabung di Partai Demokrat. 

Tokoh lainya, mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung, Eria Desomsoni. 

Eria Desamsoni menjelaskan, alasannya bergabung dengan Demokrat era Edy Irawan lantaran memiliki visi misi yang sama dan saling melengkapi untuk menguatkan Demokrat Lampung.

Baca Juga: Siap Siap, Tata Ruang Kota Mau Dirubah

“Pak Edy Irawan Arief sebagai Ketua menginginkan pengelolaan aset dan keuangan partai yang transparan dan akuntabel. Sedangkan saya memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang manajemen keuangan,” kata Eria kepada pers, 16 Januari 2022 kemarin.

Eria pernah menjabat Direktur Utama Bank Lampung selama 2,5 tahun ini ingin mulai berkarir di bidang politik dengan latar belakangnya di bidang manajemen keuangan.

Partai Nasdem
Fenomena pindah partai juga terjadi di Partai Nasdem, sejak kursi partai besutan Surya Paloh itu, berpindah kekuasaan dari Taufik Bestari ke Herman HN.

Sebagai mantan walikota Bandar Lampung, masuknya Herman HN ke Nasdem, membawa perubahan berupa kepindahan politisi PDIP, Golkar, dan PAN bergabung di Nasdem.

Beberapa nama yang telah diumumknan masuk ke Nasdem, adalah M. Nasir (mantan ketua DPC PDI Pesawaran/ketua DPRD), Dedy Amrulloh (birokrat/kini wakil walikota Bandar Lampung).

Dedy Afrizal (mantan ketua DPRD Provinsi Lampung/bendahara DPD PDIP), Ardian Saputra (ketua DPC PDIP Lampung Utara), Barlian Mansyur (Partai Golkar), Zainal Abidin (mantan bupati Lampung Utara), dan Brigjen Pol. (Purn) Priyo Kuncoro.

Dedy Afrizal masuk gerbong Nasdem, kabarnya telah menghibahkan lahan untuk kantor Nasdem kabupaten Tulang Bawang. 

Sedang Ardian merupakan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Utara dan putra mantan Bupati Lampung Utara Zainal Abidin. Nama Ardian juga pernah tercatat sebagai Cawabup Pringsewu mendampingi Dewi Arimbi, namun gagal.

Brigjen Pol (Pur) Dr Priyo Kuncoro MARS (pensiunan Pati Pusdokkes Polri). “Saya ambil inisiatif, begitu pensiun, beberapa hari kemudian saya berinisiatif tidak menunggu tawaran-tawaran,” kata Priyo, yang baru beberapa hari purnawirawan. 

Priyo Kuncoro mengatakan tertarik dengan konsep pro rakyat yang diusung Herman HN yaitu Partai NasDem meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sudah lama belajar mengenai Partai NasDem dan saat ini adalah kesempatan,” ujar dia.

 

Pengaruh Politik Tanpa Mahar

Fenomena itu, menurut Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Lampung Asih Fatwanita merupakan hal yang menggembirakan. Semakin banyak yang bergabung, menurut Asih, maka semakin banyak kekuatan baru yang dimiliki Nasdem.

“Selaku keluarga Nasdem sangat bersyukur dengan bergabungnya politisi-politisi senior,” kata Asih, yang kini duduk di Komisi V DPRD Lampung, Senin 17 Januari 2022.

Sebab, dengan bergabungnya para politisi senior ini bertambah pula kekuatan baru di Partai Nasdem.

“Yang insya Allah ini bisa menambah semangat baru dan kekuatan baru di partai kami,” tambahnya.

Atau, mungkin mungkin semangat restorasi dan tanpa mahar yang selalu dijunjung tinggi oleh Partai Nasdem menjadi alasan para politisi senior untuk berlabuh ke Nasdem. (*)

Bagikan