Nyanyi di Pesta, Wabup Lamteng Diadukan ke Polda
Komentar

Nyanyi di Pesta, Wabup Lamteng Diadukan ke Polda

Komentar

Terkini.id, Lampung Tengah – Ardito Wijaya, seorang Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah, dilaporkan ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung dengan tuduhan melanggar protokol kesehatan saat menghadiri sebuah pesta hajatan. Bukti laporan itu diberikan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin, 28 Juni 2021.

Meskipun, pihak pelapor menyampaikanya atau diterima pihak polisi sejak, Minggu, 27 Juni 2021, dengan nomor registrasi LP/B/950/VI/2021/SPKT/Polda Lampung. 

“Laporan masyarakat baru kami terima di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Lampung pada hari Minggu, 27 Juni 2021 selanjutnya laporan tersebut akan dilakukan penyelidikan,” ujar Pandra saat dihubungi.

Video seoarang wakil bupati di Lampung Tengah itu, sudah menyebar dan viral lewat berbagai grup whattup dan media sosial sejak Minggu. Disana terlihat, Ardito Wijaya yang sebelum menjabat adalah dokter itu, mengenakan kemeja batik bermotif hitam dan kuning. Dia tampak menyanyi berbaur dengan para ibu-ibu, sepertinya undangan.

Dia menyanyikan lagu berganre Campursari, Kertoyono Medot Janji ciptaan Can Nan, yang cukup populer dikalangan pecinta dangdut. Bahkan, seorang pria yang diduga ajudan Ardito menebar uang pecahan rupiah (saweran) ditengah kerumunan, sehingga suasana pun tampak meriah.

Baca Juga

Dalam laporan oleh sekelompok warga Lampung Tengah itu, pelapor mengatakan pada tanggal 26 Juni, Ardito menghadiri pesta pernikahan di Kampung Lempuyang. Di situlah Ardito disebut tidak menaati protokol kesehatan.

“Pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu yang diduga dilakukan oleh terlapor di tempat pesta pernikahan yang beralamat di Kampung Lempuyang Bandar, Lampung Tengah,” demikian isi uraian kejadian dari laporan itu.

Pelapor menyebut Wakil Bupati Lampung Tengah sengaja menimbulkan kerumunan. Menurut pelapor, seharusnya Ardito sebagai pejabat publik menjadi contoh dalam pelaksanaan protokol kesehatan pandemi COVID-19.

“Terlapor selaku pejabat publik dengan sengaja menimbulkan kerumunan orang tanpa protokol kesehatan di tengah wabah penyakit menular Covid-19. Terlapor selaku pejabat pejabat pemerintah daerah mematuhi dan menjadi contoh teladan untuk menjaga protokol kesehatan di tengah wabah,” jelasnya.

Sementara Ardito Wijaya, sudah menyatakan klarifikasi dan mengakui sebagai kelalaian. “Saya mohon maaf atas kelalaian semoga kedepan bisa memperbaiki dan tidak mengulangi,” kata Ardito yang pengurus PKB itu.

Soal aksi naik kepanggung dan menyanyi, Ardito menyebut, di acara itu cuma tinggal keluarga dan sudah sore, sekitar pukul 17.30 Wib. “Karena tinggal para keluarga saya turun menyanyi,” katanya. (*)