Politik Dinasti: Eva Dwiana Bakal Gantikan Kursi Walikota Sang Suami

Eva Dwiana
Walikota Bandar Lampung terpilih Eva Dwiana dan suaminya Herman HN

Terkini.id, Bandar Lampung – Nama Eva Dwiana, bakal menambah daftar politik dinasti setelah Gibran Rakabuming Raka dan Boby Nasution — putra dan menantu Presiden Joko Widodo di Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. 

 Hasil hitung cepat quick count sementara Pilkada Bandar Lampung menempatkan istri Walikota Herman HN itu meraup suara paling unggul.

Pesta demokrasi rakyat tahun ini cukuplah menarik, sebab sebagian dari calon pemimpin daerah yang berhasil adalah mereka yang mewakili kelompok dinasti. Ada istri Walikota, anak walikota atau kerabat di partai politik. 

Di Bandar Lampung, misalnya sebut saja Eva Dwiana yang dalam hitung cepat dinaytakan pemenangnya. Eva adalah istri Walikota Herman HN sekarang. 

Dia (Eva Dwiana) mampu meraup suara telak dalam adu tanding kursi kepala daerah Bandar Lampung. Sementara dua pasangan lain. Yaitu Rycko Menoza – Johan Sulaiuman, dan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo tergusur. Padahal, nama besar Rycko Menoza cukup seimbang. Rycko mantan bupati Lampung Selatan yang sekaligus putra seorang Dubes RI untuk Croasia, Letjen Pol. (Purn) Syachroeddin ZP.  Sementara Yusuf Kohar, wakil walikota (petahana) yang dikenal punya pengalaman bisnis eksportir. 

Modal politik Eva Dwiana, selain istri Herman HN adalah dua kali jabat anggota DPRD, dan sejumlah posisi penting dilingkup pemda. Ketua KONI Bandar Lampung, dan beberapa yayasan.

Hingga Jumat, 11 Desember 2020 pukul 14.00 WIB, KPU Kota Bandarlampung sudah menerima data 100 persen dari seluruh TPS di Bandarlampung melalui Aplikasi Gerbang Demokrasi. 

Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triyadi mengatakan, hasilnya dari 647.278 daftar pemilih tetap (DPT) yang mengunakan hak pilih sebanyak 447.759 atau 69 persen. 

“E-rekap ini sebagai transparansi dan akuntabilitas kinerja KPU dalam pemunggutan dan penghitungan real count, namun bukan hasil resmi karena berdasarakan regulasi bahwa rekapitulasi dilakukan secara berjenjang.

Menurut Dedy, angka 69 persen ini adalah capaian prestasi lantaran naik dari pemilihan wali kota Bandarlampung tahun 2015 yang hanya 66,8 persen. 

“Walau target nasional 77,5 persen tidak tercapai tapi dengan tingkat partisipasi 69 persen ini sudah hasil yang sangat menggembirakan bagi jajaran KPU kota, apalagi pilkada di tengah pandemi covid-19 ini,” pungkasnya. 

Anak Walikota Metro.

Di Kabupaten Lampung Tengah, dinasty juga terjadi. Pasangan Musa Ahmad-Ardito Wijaya yang diusung Golkar, PKB, dan Demokrat. Ardito (Dito) adalah putra sulung Walikota Metro, Ahmad Pairin. 

Hasil sementara menang, Musa -Dito melibas habis 2 rivalnya. Calon petahanaLoekman Djoyosoemarto – M Ilyas Hayani MudaNesye – dan Nessy Kalviya – Imam. Nama calon terakhir, Nesst adalah istri mantan bupati Mustafa yang kini berstatus tahanan KPK. Hasil sementara, suara dimenangi pasangan Musa-Dito.

Calon bupati dan wakil bupati Lampung Tengah nomor urut 2 Mussa Ahmad-Ardito Wijaya unggul dengan angka 50,2 persen atau 232.783. Angka ini memiliki selisih cukup jauh dengan dua paslon lainnya. 

Di Lampung Tengah dinasti politik juga terjadi dalam Pilkada 2020. Dito mewarisi kursi Pairin. Sebelum masuk Kota Metro, Pairin adalah bupati Lampung Tengah yang kini bakal dipimpin oleh putranya. Ini berarti, Dito akan melanjutkan dinasti pemerintahan Pairin di Lampung Tengah.

Di kabupaten Pesisir Barat, pasangan calon Peter dan Fachrurozi. Peter merupakan kakak kandung Sudin, tak lain ketua PDIP Lampung, Sayang, Peter – Fachrurozi dikalahkan dalam ajang Pilkada 9 Desember 2020 lalu. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Siap Siap, Tata Ruang Kota Mau Dirubah

DPR Asal Lampung Ingatkan Soal UU Penjaga Pantai Oleh China

Sidak Komisi V DPRD di BPBD, Sejumlah Alat Komunikasi Bencana Rusak

Direktur PT LJU, Aliza dan Keinginannya Punya Asisten Pribadi Cantik

Mengejutkan, Baswaslu dan KPU Diskualifikasi Hasil Pilkada Eva -Deddy

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar