Tim Rycko Adukan Para RT ke Bawaslu

Pilkada Rycko JOS
Tim Rycko Menoza sedang mendatangi kantor Bawaslu untuk mengadukan RT.

Terkini.id, Bandar Lampung – Aksi protes kepada para ketua RT (rukun tetangga) terjadi lagi. Kali ini, datang dari tim pemenangan Calon Walikota Rycko Menoza – Johan Sulaiman (RyckoJOS). Mereka mendatangi Bawaslu Bandar Lampung, sebagai delik aduan kampanye Pilkada 2020.

Tim pemenangan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung nomor urut 1 Rycko Menoza-Johan Sulaiman itu, mengadukan Ketua RT Kupang Kota ke Bawaslu setempat. Mereka, Yuhadi (ketua tim Rycko-JOS), kuasa hukum Ginda Anshori, dan sejumlah kader Golkar dan PKS.

Ketua Tim Pemenangan Kampanye Yuhadi mengatakan, peristiwa penghadangan itu terjadi saat timnya berkampanye di Jalan WR Monginsidi nomor 28 RT 002, LK II Kupangkota, Minggu, 4 Oktober 2020.

Dalam aksi penghadangan, para ketua RT menyatakan atasnama protokol kesehatan, maka kampanye tidak boleh dilakukan diwilayahnya.

“Padahal setiap kami kampanye ada satuan gugus tugas yang ikut mengawasi,” ujar Yuhadi dikantor Bawaslu Bandar Lampung, Senin 5 Oktober 2020.

Menurut Yuhadi, ketua Kupangkota, melanggar Pasal 187 Ayat (4) Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015.

Isi pasal itu, antara lain setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya Kampanye, dipidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta.

“Kami nilai ini sudah masif, terang-terangan lurah, camat di Kemiling berkeliling di gang gang, di Kedamaian saya sempat berdebat juga, mereka mengaku gugus tugas covid-19,” ujarnya.

Ia melanjutkan, tak ada gugus tugas Covid-19 di level kelurahan, apalagi dilakukan oleh Linmas. Gugus Tugas untuk Pilkada adalah TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, kata Yuhadi.

“Setiap kampanye kami mereka pasti hadir, kami menduga ini by design, saya percaya percaya Bawaslu akan mengusut tuntas sampai ke siapa yang memerintahkan mereka melakukan itu,” tambahnya.

Mobil Bodong

Selain itu, pihaknya tengah melakukan penelusuran terhadap mobil pick up yang juga ikut mengganggu proses kampanye.

“Ada mobil pick up bodong jenis Toyota, sudah kami dapatkan identitasnya dan cek di Samsat peruntukannya tidak sesuai nomor polisinya, ini akan kami usut siapa yang melakukan dan memerintahkan,” kata dia.

“Mobil ini menggunakan mikrofon ke arah kami seperti menjerit jerit di lampu merah, meneriakkan anto politik uang dan sebagainya, kami membagikan sesuai dengan aturan. Ini menghalangi proses kampanye,” pungkasnya. (faiz/)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Debat Publik Walikota, Rycko: Penanganan Covid-19 Masih Sebatas Himbauan

Prof. DR Kharomani, Rektor Unila kena Covid 19

Pasien Covid 19 Bertambah, RS di Lampung Kehabisan Kamar Isolasi

Puluhan Wartawan Protes Walikota Herman HN

Lagi, Seorang Bupati di Lampung Terkena Covid 19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar