Mencurigakan, Kadis Pendidikan Lampung Lakukan Pelantikan 158 Kepala Sekolah Tertutup

Kepala sekolah
Pelantikan 158 Kepala Sekolah SMTA tertutup. Ada apa ?

Terkini.id, Bandar Lampung – Aneh dan mencurigakan. Pihak Kepala Dinas Pendidikan sengaja menutup rapat acara pelantikan 158 kepala sekolah dan satu pejabat fungsional di GSG SMAN 2, Jumat 24 April 2020

Para tamu undangan tidak boleh melakukan selfie foto. Bahkan, dilarang (share foto), mengirim gambar melalui whatsapp, Facebook, dan media sosial lain. Acara itu dihadiri Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, sekaligus melantik para pejabat fungsional dan Kepala sekolah.

Anehnya, mereka yang bukan undangan, termasuk wartawan, panitia tak diizinkan masuk, apalagi sampai mengabadikan jalannya acara di dalam aula pelantikan sebagaimana lazimnya prosesi pelantikan pejabat.

Acara berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Di akhir acara, pembawa acara memberitahu agar 34 pejabat fungsional dan kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB tak selfi dan share acara pelantikan ke sosial media.

Walau terlihat berusaha menerapkan physical distancing (menjaga jarak fisik) dan pakai masker, tak bisa dihindari, sebelum dan sesudah acara terjadi kerumunan lebih dari lima orang.

Pihak DInas Pendidikan Provinsi Lampung dimintai komentar, mengelak dan meminta agar sebaiknya wartawan tanya langsung ke Kadis, Sulfakar. Namun, hingga kini Sulfakar sepertinya mengindar dari wartawan.

Aswarodi, Sekretaris Disdikbud Lampung menyatakan, mayoritas kepala sekolah saat ini berstatus pelaksana tugas (Plt), sedangkan pada Bulan Mei mereka harus menandatangani rapor dan ijazah. (R-terkini.id)

Sumber: RMOL.

(*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Neta S. Pane: Buron Indra Budiman Kapan Dibawa Pulang ke Indonesia

VIRAL, Wakil Walikota Perang Mulut Dengan Lurah

Bongkar Pasang Pejabat Pemprov, 9 Orang Digeser

Cabup Hipni ‘Kepincut’ Istri Eki Setyanto

Anggota DPR RI M. Khadafi Bantu Ribuan APD untuk Rumah Sakit

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar