Takut Terdampak Corona, Warga Tutup Jalan

Jalan Ditutup
Jalan Damai, Bandar Lampung ditutup warga (tata.ist)

Terkini.id, Bandarlampung – Sejumlah warga Bandar Lampung menutup jalan antar wilayah RT, sebagai upaya memutus penyebaran virus corona, Minggu (5/4/2020).

Pemandangan ini terjadi di RT 12 dan RT 08 Lingkungan 2 Kelurahan Gunung Sulah, Way Halim Bandar Lampung. Akses jalan keluar masuk RT 12 dan RT 8 di tutup sehingga mereka harus memutas dan mencari jalan jalan alternatif jika ada yang mau keluar.

Hal ini dibenarkan ketua RT 12, Asyari Ilyas yang ditemui Minggu, (5/4/20). Menurutnya, penutupan akses jalan keluar masuk wilayahnya atas permintaan warga.”Penutupan jalan atau lockdown ini merupakan keinginan warga,” kata Asyari, Minggu (5/4).

Daerahnya masuk Perumahan Kedaton Asri. Di situ, ada berbagai macam ras, dan profesi. Jadi mereka meminta di tutup akses keluar masuk pintu belakang. Setelah berkoordinasi dengan RT belakang, akhirnya sepakat untuk ditutup pada Kamis kemarin,” kata Asyari menambahkan.

Diakui Asyari, wilayahnya rentan terkana covid-19 karena berdekatan dengan Rumah Sakit Adven dan RS. Urip. “Disini juga banyak masyarakat yang berkerja disana juga baik sebagai dokter, perawat, dan pegawainya. Jadi untuk jaga-jaga,” ujarnya.

Lanjutnya, apabila ada pihak luar yang ingin masuk maka diwajibkan untuk cuci tangan, ditanya tujuannya untuk apa. “Kalau hanya tujuannya main-main saja kita gak kasih,” jelasnya.

Sedangkan untuk warga ada yang ingin beli sembako, atau kerja maka akan diizinkan keluar. “Begitu pulang akan disemprot mobilnya dan orangnya di suruh cuci tangan,” ujarnya.

Pencegahan lain juga dilakukan oleh Asyari, seperti penyemprotan disinfektan 3 hari sekali, penutupan pasar rabu, dan melarang warganya bermian burung. “3 hari sekali kita semprot gerbang, halaman rumah, dan pintu rumah warga,” kata Asyari.

Hal sama juga dilakukan RT 08, Andi Ali Suprapto selaku Ketua RT 8 mengatakan sudah sepekan melakukan lockdwon. “Selama sepekan, Alhamdulilah warga sudah mulai menyadari kalau masuk tidak perlu ditegor untuk melakukan disinfektan. Mereka berhenti dengan sendirinya,” jelasnya.

Tambahnya, jadwal untuk penyemprotan disinfektan ke rumah warga 3 kali dalam seminggu setiap Hari Minggu, Rabu, Kamis juga sudah berjalan. “Insyaallah tanggal 5 akan dilengkapi tembakan (termometer) untuk mengakur suhu tubuh,” ujarnya.

Ia juga berencana menyediakan satu rumah khusus bagi warga yang datang dari luar kota. “Misal ada warga dari luar kota nih yang termasuk zona merah, saya akan sediakan tempat singgah 14 hari disitu. Dari pada nanti menularkan kan jadi ini siafatnya antisipasi,” jelasnya.

Kedua RT ini melakukan lockdwon dan penyemprotan disinfektan dengan swadaya masyarakat. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Neta S. Pane: Buron Indra Budiman Kapan Dibawa Pulang ke Indonesia

VIRAL, Wakil Walikota Perang Mulut Dengan Lurah

Bongkar Pasang Pejabat Pemprov, 9 Orang Digeser

Cabup Hipni ‘Kepincut’ Istri Eki Setyanto

Anggota DPR RI M. Khadafi Bantu Ribuan APD untuk Rumah Sakit

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar